Rizki Itu Harus Dicari Atau Dinanti?

default_image_01

Rizki Itu Harus Dicari Atau Dinanti?

Rizki Itu Harus Dicari Atau Dinanti?

“Rizki itu harus Dicari Atau Dinanti?” pertanyaan ini sukar bagi saya untuk menjawabnya, bagaimana tidak, kalau saya jawab Dinanti, maka seolah-olah tak sesuai dengan kenyataan, dan jika jawab di cari maka seolah olah bertentangan dengan Al-Quran.

Tapi Bagai mana menurut anda, Di nanti atau Dicari? Eits… Nanti dulu, mari kita simak kisah dari dua Imam kita dibawah ini semoga kita bisa mendapat pencerahan setelah itu.


Imam Malik berpendapat :

Sesungguhnya rezeki itu datang tanpa sebab, cukup dengan tawakkal yang benar kepada Alloh niscaya Alloh akan berikan Rizki, Hal ini berdasarkan hadist: “Andai kalian bertawakkal kepada Alloh sebenar-benar tawakkal niscaya Alloh akan berikan rizki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rizki kepada burung yang pergi dalam keadaan lapar lalu pulang dalam keadaan kenyang” (HR. Ahmad dan yg lain).

.

Imam Syafi’i berbeda dengan Imam Malik dalam hal ini, ia mengatakan bahwa seandainya burung itu tidak keluar dari sangkarnya dan pulang kembali niscaya tidak akan mendapat Rizki, artinya ia telah melakukan usaha.

Masing-masing bertahan pada pendapatnya.

Imam Malik mengambil potongan hadist (Niscaya kalian akan diberikan Rizki sebagaimana burung). sedangkan muridnya Asy Syafi’i mengambil sisi hadist (Kalau burung tidak keluar dari sangkarnya maka tidak akan mendapatkan rizki). Imam Asy Syafi’i ingin memperkuat argumennya untuk sang guru, maka ia keluar meninggalkan imam Malik dalam keadaan berpikir, di tengah jalan ia mendapatkan orang tua sedang memikul plastik yang berisi sesuatu yang berat, lalu imam Syafi’i menawarkan diri untuk membawanya.

Wahai Paman, bolehkah aku membantumu Ujarnya, lalu Imam Syafi’i memikul barang bawaan tersebut.

Tatkala sampai ke rumah orangtua itu, ia pun memberikan kepada imam Syafi’i beberapa biji kurma sebagai balas jasa kebaikannya…

Imam Syafi’i bahagia karena telah mendapatkan ide untuk menguatkan pendapatnya :

“seandainya aku tidak membantu orang tua tadi, niscaya orang tua itu tidak akan memberikan kurma ini kepadaku”

Penuh kegirangan, ia pun bergegas menjumpai gurunya dengan membawa beberapa biji kurma tadi.

Sesampainya di tempat Imam Malik, ia pun meletakkan kurma tersebut di hadapannya sembari menceritakan kisah yang terjadi.

Mendengar kisah yang diceritakan, Imam Malik pun tersenyum sambil mengambil kurma dan mencicipinya lalu mengatakan kepada imam Syafi’i “engkau telah membawa kurma ini kepadaku tanpa usaha dariku”.


Bagai mana sekarang menurut anda,Rizki itu harus Dicari Atau Dinanti?

Comments

No comment yet.

Tulis Komentar