X

Pentingnya Taat Kepada Pemerintah Demi Kesejahteraan

Pentingnya Taat Kepada Pemerintah Demi Kesejahteraan


? Oleh : Pandi Ahmad (Mahasiswa Tingkat Akhir, Fakultas Syariah wal Qanun, Univ. al Ahgaff)


\”Laa haula walaa quwwata illa billaahil a\’liyyil adzhim\”

Kalimat ini, adalah kalimat yang cocok untuk menggambarkan keadaan kita saat ini. Untuk kesekian kalinya, kita diberi ujian oleh Allah Swt yang begitu dahsyat. Saat ini, Allah menampakan betapa lemah dan rapuhnya manusia. Allah menunjukan, bahwasanya tidak ada satu dzat pun di alam semesta ini yang lebih perkasa dari-Nya. Ia hanya cukup mengirimkan bala tentara-Nya yang kecil bahkan hampir tak kasat mata, yaitu berupa virus. Akan tetapi, virus ini sanggup meruntuhkan kesombongan para manusia congkak, serta memporak-porandakan mental para manusia yang mengaku sebagai pusat kekuatan terhebat.

Sebagai kaum muslimin yang yakin atas kebesaran dan keagungan-Nya, mari dekatkan diri kepada Allah untuk memohon perlindungan, agar selamat dan bisa melewati ujian yang Allah Swt turunkan kepada kita semua.

Terlepas dari hal itu, secara tidak langsung sebenarnya Allah Swt telah memberikan petunjuk kepada kita bagaimana cara agar bisa menghadapi ujian tersebut. Salah satunya, Allah memberikan perintah kepada kita agar senantiasa mengikuti perintah dan arahan ulul amr (pemimpin-pemimpin kita), sebagaimana firman Allah Swt dalam surat An-Nisa, ayat 59 :

يا أيها الذين آمنوا أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولي الأمر منكم


Begitu pula disebutkan dalam kitab Syu\’bul Iman, karangan Syekh Abu Bakar al Baihaqi Juz 9, Hal. 459, Hadis no. 6964:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : \” من أطاعني فقد أطاع الله، ومن عصاني فقد عصى الله، ومن يطع الأمير فقد أطاعني، ومن يعص الأمير فقد عصاني \”

Artinya: \”Barangsiapa yang taat kepadaku (Nabi Muhammad saw), maka dia telah taat kepada Allah Swt dan barangsiapa yang bermaksiat (tidak patuh) terhadapku, maka dia bermaksiat kepada-Nya. Barangsiapa yang taat kepada amir (pemimpin), maka dia telah taat kepadaku dan barangsiapa yang bermaksiat terhadapnya, maka dia telah bermaksiat kepadaku\”


Dari dua dalil di atas sudah jelas sekali, wajib bagi kita mentaati perintah para pemimpin. Karena tidaklah pemimpin memberikan suatu mandat, kecuali disitu ada maslahat (kesejahteraan) bagi rakyat itu sendiri. Hal ini sesuai dengan suatu kaidah fikhiyyah yang berbunyi;


تصرف الإمام منوط بالمصلحة

\”Keputusan seorang pemimpin itu harus berdasarkan maslahat.\”


Sebagai contoh nyata yang sedang kita alami, pemerintah memberikan arahan agar tidak keluar dari rumah, semata-mata itu merupakan maslahat agar kita terhindar dari wabah virus. Bahkan kalau seandainya sebagian orang tetap memaksa untuk keluar rumah, maka pemerintah berhak memberikan peringatan yang lebih keras walaupun hal itu memberikan efek negatif kepada yang terkait. Para ulama menyebutkan dalam suatu kaidah;


درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

\”Mencegah kerusakan itu, lebih diutamakan daripada menarik kemaslahatan.\”


Maka tidak heran, ada satu video viral di dunia maya (entah hoax atau bukan) tentang sekumpulan orang yang ditembaki dengan semacam petasan dari drone. Menurut info, itu adalah bentuk hukuman bagi orang-orang yang tetap memberanikan diri untuk keluar diwaktu ini, wallohu a\’lam.

Akhirul kalam, tulisan ini kemungkinan belum mampu memberikan gambaran secara umum. Akan tetapi, ketika pemimpin/pemerintah memberikan suatu kebijakan yang disitu ada kemaslahatan, maka hendaknya kita taati. Toh, ini merupakan suatu yang bermanfaat bagi kita, walaupun memang tidak semua orang berpikiran sama. Sebab itu, ayo kita sama-sama lebih sadar dan berfikir logis. Jangan hanya karena kepentingan yang bersifat pribadi, membuat kita tega mengorbankan maslahat yang bersifat general.


Semoga bermanfaat!

===========

Categories: Mutiara Islam
songkok.id: Admin Songkok.co.id