Blog

Nasihat Nabi Isa Agar Kita Tidak Sok Suci

▪️ NASIHAT NABI ISA AGAR TIDAK JADI MANUSIA YANG SOK SUCI ▪️


Dalam kitab al-Zuhdu, Imam Ahmad bin Hanbal mencatat satu riwayat yg berisi wasiat / nasihat yg diberikan Nabi Isa kpd para pengikutnya. Berikut riwayatnya:

[ كتاب الزهد ص 73 للامام احمد بن محمد بن حنبل الشيبانى مانصه : حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا أبِي حَدَّثَنَا هَاشِمٌ أَخْبَرَنَا صَالِحٌ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ أَبِي الْجَلْدِ أَنَّ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَوْصَى الْحَوَارِيِّينَ: لَا تُكْثِرُوا الْكَلَامَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَتَقْسُوَ قُلُوبُكُمْ وَإِنَّ الْقَاسِيَ قَلْبُهُ بَعِيدٌ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلَكِنْ لَا يَعْلَمُ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى ذُنُوبِ النَّاسِ كَأَنَّكُمْ أَرْبَابٌ وَلَكِنَّكُمُ انْظُرُوا فِي ذُنُوبِكُمْ كَأَنَّكُمْ عَبِيدٌ وَالنَّاسُ رَجُلَانِ: مُعَافًى وَمُبْتَلًى فَارْحَمُوا أَهْلَ الْبَلَاءِ فِي بَلِيَّتِهِمْ وَاحْمَدُوا اللَّهَ عَلَى الْعَافِيَةِ ]

arti : Abdullah bercerita, ayahku bercerita, Hasyim bercerita, Shaleh mengabarkan pd-ku, dari Abu ‘Imran al-Jauniy, dari Abu al-Jald, bhw sesungguhnya Isa bin Maryam AS berwasiat kpd hawari2nya (sahabat/murid) : “Janganlah kalian banyak bicara tanpa mengingat Allah ‘Azza wa Jalla, krn hati kalian akan membatu. Sesungguhnya orang yang membatu hatinya jauh dari Allah ‘Azza wa Jalla, tetapi dia tdk mengetahuinya. Janganlah kalian pandang dosa2 manusia seakan-akan kalian adalah tuhan. Sebaliknya, kalian hrs memandang dosa2 kalian seakan-akan kalian adalah budak. Manusia itu ada dua:

(1) orang yg diberi kesehatan, dan

(2) orang yg diuji (dg musibah).

Maka, berkasih-sayanglah pada orang2 yg diuji karena musibah (yg menimpa) mrk, & pujilah Allah atas (anugerah) sehat (yang di berikan-Nya).” (Imam Ahmad bin Hanbal, al-Zuhd, Kairo: Dar al-Rayyan li al-Turats, 1992, hal 73)


? Sayyidina Isa berkata: “Sesungguhnya orang yang membatu hatinya jauh dari Allah ‘Azza wa Jalla tapi dia tidak mengetahuinya.” Kata, “la ya’lamu ( tdk mengetahuinya ) ini agak berbahaya. Krn mereka tdk merasa jauh dari Allah, bhkn terkadang merasa dekat dgn-Nya. Akibatnya, mrk mudah menilai orang lain, apalagi jika yg dinilainya adalah seorang pendosa, mrk akan berlagak spt tuhan. Ini yg ditakuti Sayyidina Isa AS dari murid2nya, para hawari itu. Sebab, mrk adalah orang yg mempelajari ilmu kebenaran. Ilmu yg bisa membedakan kebaikan dan keburukan, hingga akan sangat terang bagi mrk, mana dosa & amal, mana pendosa dan ahli ibadah. Krn itu, Sayyidina Isa menambahkan nasihatnya: “Janganlah kalian memandang dosa2 manusia seakan-akan kalian adalah tuhan. Sebaliknya, kalian hrs pandang dosa2 kalian seakan-akan kalian adalah budak.” Nasihat ini digunakan sbg penghidup kesadaran mrk. Sayyidina Isa ingin menjauhkan murid2nya dari perasaan unggul dlm amal, yg bisa menyebabkan kebencian trhd pelaku dosa, bkn terhadap dosanya. Ketika kebencian telah menggunung, kasih sayang akn tenggelam ke dasarnya. Utk menghindari itu, Sayyidina Isa menekankan pentingnya melihat ke dalam diri, melakukan perjalanan ruhani, menelusuri lekuk2 jiwa, & meraba terbolak-baliknya hati. Dgn cara menganggap dosa2 mrk sendiri laiknya budak, yg tdk punya kuasa apa2 & dikuasai, hingga mereka merasa rendah sekaligus merasa berhak dikasihani Tuhan. Dgn menggunakan kata “budak”, Sayyidina Isa mengembalikan manusia ke tempatnya semula, sbg yang dinilai (objek), bkn yg menilai. Hanya Allah-lah yang berhak menilai & manusia hanyalah makhluk yg dinilai.


✍ MOTIFASI :


● Banyak orang TERLALU PINTAR menilai orang lain, Tetapi TERLALU BODOH menilai diri sendiri

● HIDUP itu mencari KEBENARAN, bukan PEMBENARAN dan merasa PALING BENAR


? mugi manfaat dumateng kitha sedaya, tansah ngathos-ngathos anggenipun gesang wontening ngalam ndunya, pinaringan kabegjan dalah karahayon husnal khotimah. AMIN.

? والله اعلم بالصواب اللهم الهمنى رشدى واعذنى من شر نفسى اللهم اني استودعك ما علمتنيه فاردده الى عند حاجتى اليه ولاتنسنيه امين وياخير المسئولين ?

[ شهاب الاسلام متوكل على الله ]

/ Mutiara Islam / Tags:

Comments

No comment yet.

Tulis Komentar