X

Meninjau Sejarah serta Hukum Tradisi Tasyabbuh bi Arafah Warga Tarim, Hadhramaut Yaman

Meninjau Sejarah serta Hukum Tradisi Tasyabbuh bi Arafah Warga Tarim, Hadhramaut Yaman


Oleh: Ahmad Alfian Jihadi (Mahasiswa Tingkat Tiga, Fakultas Syariah wal Qonun, Univ. Al-Ahgaff)


Hal yang membuat Kota Tarim berbeda dengan kota-kota lainnya adalah adat atau kebiasaan-kebiasaan yang sudah mengakar dari sejak puluhan tahun lamanya. Kebiasaan yang mereka lakukan tentunya tidak terlepas dari tuntunan-tuntunan beragama yang telah ditetapkan oleh Syariat Nabi Muhammad saw.

Salah satunya adalah At-ta\’rif atau yang lebih dikenal dengan sebutan \’Tasyabbuh bi Arafah\’. Kebiasaan ini telah berlangsung berpuluh-puluh tahun lamanya, sampai saat ini masih tetap mengakar dan menjadi adat kebiasaan masyarakat Tarim.

Adapun yang pertama kali melakukan kebiasaan ini di Kota Tarim adalah seorang ulama besar yang alim dan terkenal pada zamannya, yaitu As-Syaikh Al-Allamah Al-Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Masyhur (Wafat: 1341H).

Pada hari Arafah, tanggal 9 Zulhijah, mereka berpuasa. Pagi hari setelah salat Subuh, mereka membaca kasidah Maulid Nabi di Masjid Al-Muhdhar Tarim. Kemudian pada sore harinya, mereka berkumpul di sebelah barat masjid Al-Habib Husain Maula Khelah.

Di tempat inilah mereka bermunajat, membaca zikir, wirid serta berdoa kepada Allah seperti para jamaah haji yang sedang wukuf di tanah Arafah, Makkah.

Adapun amalan yang mereka lakukan pada Tasyabbuh bi Arafah ini adalah:

1. Pembacaan doa yang dianjurkan selama sepuluh hari pada bulan Zulhijah dengan dipandu oleh salah satu warga Tarim.

2. Kemudian pembacaan selawat kepada baginda Rasulullah saw. sebagai berikut:

اللهم صل على سيدنا محمد ما اتصلت العيون بالنظر وتزخرفت الأرضون بالمطر وحج حاج واعتمر ولبَّى
ونحر وطاف بالبيت العتيق وقبَّل الحجر

3. Pembacaan doa yang digubah oleh Sayyidina Ali Zainal Abdin.

4. Tausiah dan mauizah hasanah dari tokoh-tokoh terkemuka di kota Tarim

5. Kemudian sambil menunggu azan Magrib, mereka membaca nasyid (kasidah)

يا أرحم الراحمين ، يا أرحم الراحمين
فرج على المسامين

6. Dan yang terakhir, pembagian kurma dan air untuk persiapan buka puasa sunah hari Arafah.

Sekarang yang menjadi pertanyaanya adalah, apakah kebiasaan ini bertendensi syariat dan bisa kita ikuti ?

Seperti apa yang telah saya utarakan di atas, bahwa masyarakat Tarim tidak melanggengkan suatu tradisi melainkan tradisi itu sesuai dan berdasarkan Syariat tuntunan Nabi Muhammad saw.

Kembali lagi kepada hukum Tasyabbuh bi Arafah.

Di dalam kitab As-Sunanul Kubra karya Al-Imam Al-Baihaqi pada bab Ta’rif di tempat selain Arafah sebagai berikut;

عن أبي عَوانة قال : رأيت الحسن البصري يوم عرفة بعد العصر جلس فدعا وذكر الله عزّ وجلّ فاجتمع الناس

Artinya: diriwayatkan dari Abu Awanah, beliau berkata, \”Aku melihat Hasan Bashri duduk di masjid setelah Asar pada hari Arafah. Beliau berdoa sambil berzikir, kemudian berkumpul bersamanya orang-orang banyak.\”

Di dalam kitab \’Siyar A’lam Nubala\’ salah satu karya Imam Dzahabi yang menceritakan tentang Al-Atsram, disebutkan bahwa beliau berkata, \”Aku bertanya kepada Imam Ahmad bin Hanbal tentang At-Ta’rif. Maka beliau menjawab: Kuharap hal tersebut tidak ada masalah, karena At-Ta’rif telah dilakukan beberapa ulama seperti; Hasan Bashri, Bakr bin Abdullah, Tsabit, Muhammad bin Wasi, dan mereka mendatangi masjid pada hari Arafah.”

Kemudian Imam Baihaqi di dalam sunannya berkata, “Telah berkata Hasan Bashri: yang pertama kali melakukan At-Ta’rif adalah Sayyidina Abbas r.a.”

Maka dari dalil-dalil tadi bisa kita simpulkan bahwa Tasyabbuh bi Arafah yang menjadi tradisi masyarakat Tarim diperbolehkan oleh syariat agama.

Bahkan tradisi ini dianjurkan karena sebagai bentuk menyambung silaturahmi antar muslimin serta mengangungkan hari yang dimana pada hari tersebut rahmat kasih sayang Allah turun kepada umat muslimin.


Sumber :
1. Qashidah Gubahan Imam Al-Habib Abdullah bin Husain bin Thohir
2. As-Sunanul Kubro karya Imam Al-Baihaqi (5/191) no (9259).
3. Siyar A’lam Nubala’ karya Imam Dzahabi (12/624)

Categories: Mutiara Islam
songkok.id: Admin Songkok.co.id