Blog

Memuliakan Orang-Orang Saleh Membawa Berkah

Memuliakan Orang-Orang Saleh Membawa Berkah


Oleh : Ali Musthofa Siregar (Mahasiswa Tingkat Dua, Fakultas Syariah wal Qanun, Univ. al Ahgaff)


Para nabi yang dimuliakan oleh Allah Swt. sering dianggap sebagai manusia biasa oleh kaumnya tanpa memandang derajat mereka di sisi Allah, diantaranya seperti :

1. Umat nabi Nuh as. menganggap nabi Nuh sebagai manusia biasa :

فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا نَرَاكَ إِلَّا بَشَرًا مِثْلَنَا وَمَا نَرَاكَ اتَّبَعَكَ إِلَّا الَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِ وَمَا نَرَىٰ لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَاذِبِينَ

Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: \”Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta\”. (Huud:27)

2. Umat nabi Musa as. dan nabi Harun as. menganggap beliau berdua sebagai manusia biasa :

فَقَالُوا أَنُؤْمِنُ لِبَشَرَيْنِ مِثْلِنَا وَقَوْمُهُمَا لَنَا عَابِدُونَ

Dan mereka berkata: \”Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?\” (Al Mu\’minuun:47)

3. Umat nabi Sholeh as. menganggap beliau sebagai manusia biasa :

مَا أَنْتَ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا فَأْتِ بِآيَةٍ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar. (Asy Syu\’araa\’:154)

4. Umat nabi Syuaib as. menganggap beliau sebagai manusia biasa :

وَمَا أَنْتَ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَإِنْ نَظُنُّكَ لَمِنَ الْكَاذِبِينَ

dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. (Asy Syu\’araa\’:186)

5. Pun kaum musyrikin menganggap nabi Muhammad saw sebagai manusia biasa :

وَقَالُوا مَالِ هَٰذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ ۙ لَوْلَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُ نَذِيرًا

Dan mereka berkata: \”Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?. (Al Furqaan:7)

Mereka semua yang satu zaman dan berjumpa langsung dengan para nabinya tak mendapatkan kebaikan, bahkan hanya memperoleh kehinaan, khususnya yang semasa dengan nabi Muhammad saw.

Pertanyaannya, kenapa bisa terjadi ?

Karena mereka hanya memandang manusia-manusia yang Allah Swt. muliakan sebagai manusia biasa tanpa memandang derajat mereka yang tinggi di sisi Allah Swt.

Sungguh sia-sia bagi suatu kaum yang ada orang alim/saleh diantara mereka, tanpa adanya pemuliaan mereka terhadapnya. Cukup jadi pelajaran kehancuran orang-orang dahulu disebabkan kurang memuliakan hamba-hamba yang dicintai Allah Swt.

Selayaknya tugas suatu kaum, apabila ada orang alim/saleh diantara mereka, adalah :
1. Memuliakannya, utamakan melihat derajat mereka yang tinggi disisi Allah Swt.
2. Mempergunakan keilmuannya dengan bertanya dan membukakan baginya majelis-majelis ilmu, agar ilmunya dapat ia curahkan untuk kemaslahatan umat.
3. Menjaga mereka dari orang yang ingin menyakitinya.
4. Cintai mereka, sebab hal itu dapat membuat rahmat Allah Swt. turun.
Menghinakan mereka dapat membawa bala. Sungguh salah besar jika pejabat menganggap dirinya lebih tinggi derajatnya dari ulama. Sungguh salah besar masyarakat lebih memuliakan pejabat dari ulama.

Ulama membawakan kebarokahan pada suatu masyarakat, dia adalah permata, matahari bagi kegelapan, serta mereka adalah sebab tidak turunnya azab dan bala dari Allah Swt.

Firman Allah Swt. :

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka.
(Al Anfaal:33) .

Ulama tafsir mengatakan:
:

Selagi nabi Muhammad saw atau ajaran beliau ada pada seseorang, maka Allah Swt. tak akan menurunkan azab. Begitu pula dengan adanya orang-orang saleh yang mengikuti nabi Muhammad saw adalah sebab tak turunnya azab.

Hadits nabi Muhammad saw :

وعن جابر بن عبد الله قال : قال رسول الله صلى الله وسلم : (إن الله ليصبح بصلاح الرجل المسلم ولده وولد ولده وأهل دويرته ودويرات حوله ولا يزالون فى حفظ الله عز وجل ما دام فيهم).

Singkat hadits ini;
Allah Swt. akan menjaga suatu kaum selama orang saleh masih berada dengan mereka.

Satu hadits lagi :

إن الله ليدفع بالمسلم الصالح عن مائة أهل بيت من جيرانه بلاء.
[أخرجه الطبراني في الكبير و الأوسط]

Sesungguhnya Allah Swt. akan menolak bala dari seratus keluarga tetangga orang saleh, dengan sebab adanya orang saleh ini.

Dengan sebab orang saleh, bala tak akan turun kepada tetangga-tetangga mereka.

قوة المسلمين عند رجوعهم إلى ربهم

Kekuatan orang-orang islam adalah ketika kembalinya mereka ke agama Allah Swt.

Ketika ulama dan orang-orang saleh ada diantara kita, lalu kita memuliakannya sebab lebih mengutamakan derajat mereka yang tinggi disisi Allah Swt. Maka kita akan dapat barokah dan merasakan ketenangan yang haqiqi.


Mudah-mudahan kita termasuk pecinta orang-orang saleh.

Amin.


/ Mutiara Islam / Tags:

Comments

No comment yet.

Tulis Komentar