Blog

Kerugian Yang Sebenarnya

Kerugian Yang Sebenarnya


Oleh: M. Hamdan Hidayatullah (Mahasiswa Tingkat Satu, Fakultas Syariah wal Qanun, Univ. Al-Ahgaff)


Dalam perekonomian islam pasti kita kenal istilah al-Iflas, atau dalam bahasa Indonesia diartikan bangkrut, atau pailit. Ini adalah istilah untuk orang yang terjerat hutang, sehingga harta yang dimilikinya tidak cukup untuk menutupi hutang tersebut. Namun satu hal yang belum kita tahu, bahwa ternyata ada keadaan yang lebih buruk daripada itu, dan ini adalah kebangkrutan yang sebenarnya. Apakah itu?

Kebangkrutan yang sebenarnya ialah, di saat pahala kebaikan-kebaikan yang pernah dikerjakan seseorang diberikan secara cuma-cuma kepada musuhnya. Maksudnya?

Ada sebuah riwayat bahwa Nabi Muhammad Saw bertanya kepada para sahabatnya, \”Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?\” Para sahabat menjawab, \”Allah dan rasulnya yang tahu\” kemudian nabi Muhammad SAW menjelaskan, \”Dia adalah seseorang yang tiba di hari kiamat dengan membawa pahala haji, sholat, puasa, dan zakat, namun di masa hidupnya ia pernah membunuh orang ini, mencerca orang ini, memukul ini, dan mengambil hartanya si ini. Akibatnya, pahala dari kebaikan-kebaikan yang ia miliki diberikan kepada mereka yang pernah dilaliminya, sehingga tidak tersisa kebaikan untuknya sedikitpun. Dan pada akhirnya dosa-dosa mereka dipikulkan kepadanya hingga dia dilemparkan ke dalam neraka.\” Kemudian Nabi menangis dan berkata, \”Inilah hari dimana tidak ada sepeserpun dirham maupun dinar, yang ada hanyalah diambilnya pahala kebaikan dan dilemparkan (ditimpakan)nya dosa kejahatan.\”

Kisah diatas disebutkan oleh al-Imam al-Baihaqi di dalam As-Sunan Al-Kubra sebagai berikut;


11504 – أخبرنا علي بن أحمد بن عبدان، أنبأ أحمد بن عبيد، ثنا محمد بن العباس المؤدب، ثنا يحيى بن أيوب، ثنا إسماعيل بن جعفر قال: أخبرني، ح وأخبرنا أبو عبد الله الحافظ، أنبأ أبو عبد الله محمد بن يعقوب، ثنا محمد بن نعيم، ثنا قتيبة بن سعيد، ثنا إسماعيل بن جعفر، عن العلاء، عن أبيه، عن أبي هريرة، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: \” أتدرون من المفلس؟ \” قالوا: المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع، فقال: \” إن المفلس من أمتي يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة، ويأتي قد شتم هذا، وقذف هذا، وأكل مال هذا، وسفك دم هذا، وضرب هذا، فيعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته، فإن فنيت حسناته قبل أن يقضى عنه ما عليه أخذ من خطاياهم فطرحت عليه، ثم طرح في النار \” لفظ حديثهما سواء، إلا أن في رواية ابن عبدان \” فيقضى هذا من حسناته \” رواه مسلم عن قتيبة بن سعيد وغيره.


[البيهقي، أبو بكر، السنن الكبرى للبيهقي، ١٥٥/٦]


Dan Imam al-Baihaqi juga menyebutkan bahwa perbuatan lalim seseorang hanya bisa ditebus dari hasil kebaikan yang dimilikinya.

Inilah sebuah kesalahan yang sering dilalaikan oleh kebanyakan orang, bahkan ada yang menganggapnya sebagai suatu hal yang biasa. Padahal perbuatan lalim apapun yang dikerjakan oleh seorang hamba niscaya akan menjadi catatan hutang baginya, dan akan dimintai pertanggung jawaban di hari akhir nanti. Na\’udzu billahi min dzalik!

=========

/ Mutiara Islam / Tags:

Comments

No comment yet.

Tulis Komentar