X

Kerancuan Pandangan Muslim Puritan Berkedok Salafi

Kerancuan Pandangan Muslim Puritan Berkedok Salafi


Oleh : Ali Musthofa Siregar (Mahasiswa Tingkat Dua, Fakultas Syariah wal Qanun, Univ. al Ahgaff)


Beberapa masalah yang perlu diperhatikan tentang rancunya pandangan muslim puritan ini, yaitu :

1. Bid\’ah dalam pandangan mereka.

Mereka sangat keras menolak adanya bid\’ah hasanah. Padahal setelah diperhatikan, mereka sendiri sudah melakukan beberapa bid\’ah yang tak pernah dilakukan pada masa nabi Muhammad saw, diantaranya :

– Menulis lafadz \’صلى الله عليه وسلم\’ setelah menulis lafadz nabi Muhammad saw.

Ketika nabi Muhammad saw mendiktekan surat yang akan beliau kirim ke Raja Hiroqlius (Romawi), nabi Muhammad tak menyuruh untuk menulis صلى الله عليه وسلم ketika menulis nama beliau, sedang mereka menulis صلى الله عليه وسلم setelah nama nabi.

– Mihrab masjid berbentuk cekung.

Bentuk mihrobnya masjid nabi Muhammad saw dulu tak berbentuk cekung, namun masjid mereka mihrobnya berbentuk cekung.

– Membuat menara masjid.

Pada masa nabi, masjid-masjid tak ada yang bermenara, sedang kelompok muslim puritan membuat menara di masjid mereka.

– Memakai Al-Qur\’an yang bertitik lagi berbaris.

Pada masa nabi, Al-Qur\’an tak berbaris dan tak bertitik, tapi kelompok ini ikut memakai Al-Qur\’an yang bertitik lagi berbaris.

Muslim puritan tak kuat dengan pandangan kelompok mereka yang tak menerima adanya bid\’ah hasanah, sehingga mereka ikut juga melakukannya.

2. Kemudian masalah tawassul dalam pandangan mereka.

Muslim puritan mempunyai pemimpin yaitu Ibnu Taimiyyah dan Muhammad bin Abdul Wahhab.

Mereka sekarang mengkafirkan orang-orang yang bertawassul, baik kepada para nabi atau orang saleh. Padahal Ibnu Taimiyyah membolehkan tawassul, sebagaimana yang beliau terangkan dalam kitabnya \’Fataawi Syaikh Ibnu Taimiyyah, juz 1 hal 105\’.

Begitu juga Muhammad bin Abdil Wahhab membolehkan tawassul, sebagaimana beliau terangkan dalam kitabnya \’Fataawi Syaikh Imam Muhammad bin Abdil Wahhab, bagian ketiga hal 68\’.

Sungguh rancu pemahaman mereka ini, sebab berbeda pendapat dengan pemimpinnya.

3. Selanjutnya, muslim puritan mengaku-ngaku bermazhab Hanbali.

Sebagaimana telah kita ketahui di atas, mereka mengkafirkan orang yang tawassul, padahal imam mazhab hanbali yaitu Imam Ahmad bin Hanbal bertawassul dengan nabi Muhammad saw dalam do\’anya, sebagaimana diterangkan dalam kitab \’Mafaahiim Yajibu An Tushohhah, hal 77\’.

Mereka juga tak mau mentakwil ayat mutasyabihat, sedangkan Imam Ahmad bin Hanbal mentakwilnya, yaitu :

وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا

\”..dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris\”. (Al Fajr:22).

Imam Ahmad mentakwilnya dengan datanglah kekuasan Tuhan-mu, bukan Dzat Tuhan yang datang. (Al Syarhu al Qowiim Fi Halli al Faadzi al Syirooto al Mustaqiim, hal 186).

Jadi, mereka bukanlah pengikut sejati madzhab hanbali.

Jelas sudah dari beberapa masalah yang tadi diketahui bahwa kelompok muslim puritan ini sebagaimana yang diterangkan Syaikh Abdulloh Al Harory -seorang ulama yang sangat banyak mengkritisi mereka- yaitu :

\”Mereka adalah kelompok yang membuat-buat hukum semaunya, mana yang cocok dengan mereka, mereka terima. Mana yang tak cocok, mereka tak terima meski ulama-ulama lainnya yang jauh lebih tinggi derajatnya dari mereka menerimanya.\” (Al Syarhu al Qowiim Fi Halli al Faadzi al Syirooto al Mustaqiim, hal 423)


Mudah-mudahan setelah membaca tulisan ini, kita lebih yakin tentang rancunya pandangan mereka dan tak cocok diikuti, serta semoga keluarga dan orang-orang yang kita sayangi tak terikat dengan kelompok ini.

Amin


Categories: Mutiara Islam
songkok.id: Admin Songkok.co.id