Kebathilan Bagai Busa Samudra

Kebathilan Bagai Busa Samudra

Perjalanan perjuangan dalam rangka membela sesuatu yang haq tidak selamanya mulus dan lancar, ada saja kebatilan yg menjadi batu sandungan dan kerikil tajam yang siap menusuk kaki kita kapan saja. Namun demikian sepintar apapun mereka mereka membungkus bangkai suatu saat bau busuknya akan tercium juga.

Sepintar apapun mereka menggoreng isu untuk menutupi rencana busuk mereka menghancurkan Islam dan NKRI sebentar lagi akan terbongkar. Hal ini karena kebenaran tidak akan pernah kalah pada kebatilan.

Ini adalah janji Allah SWT dan Baginda Rasulillah Shollallahu Alaihi Wa Sallam. Dalam hadits riwayat Abu Malik Al-Asy\’ari Beliau bersabda :

إن الله أجاركم من ثلاث خلال أن لا يدعو عليكم نبيكم فتهلكوا جميعا وأن لا يظهر أهل البًاطل على أهل الحق وأن لا تجتمعوا على ضلالة

Sesungguhnya Allah SWT menyelamatkan kalian dari 3 hal, 1). Tidak didoakan jelek oleh Nabi kalian sehingga kalian tidak musnah (seperti Nabi Nuh as yg berdoa untuk kaumnya). 2). Kelompok yg batil tidak akan menang pada kelompok yg haq. 3). Kalian (Ummat Muhammad) dijaga dari sepakat dalam kesesatan. [HR. Abu Daud no. 4253].*

Dalam Al-Qur\’an Allah Subhanahu Wa Ta\’ala berfirman

أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَابِيًا ۚ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ ابْتِغَاءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِثْلُهُ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ ۚ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ

Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. [QS Ar-Ra\’du : 17].

Makna ayat diatas menurut Al-Imam As-Sowi dalam tafsirnya adalah sebagaimana berikut :

والمعنى أن مثل الباطل كمثل الرغوة التى تعلو على وجه الماء وخبث الجوهر الذى يصعد على وجهه عند نفخ النار عليه ومثل الحق كمثل الماء الصافى والجوهر الصافى كما أن الرغوة فى كل ﻻقرار لها وﻻينتفع بها بل ترمى كذلك الباطل يضمحل وﻻ يبقى والحق ثابت ينتفع به كالجوهر والماء الصافيين

وفي هذه الآية بشرى للأمة المحمدية بأنها ثابتة على الحق ﻻ يضرهم من خالفهم فى العقائد بل و إن علا وارتفع ﻻبد من اضمحلاله وزواله

Sesungguhnya perumpamaan kebatilan itu bagaikan buih yg tampak dipermukaan air atau bagaikan kotoran pada sebuah permata yg keluar disaat dipanggang diatas api. Sedangkan kebenaran bagaikan air yg jernih dan permata murni. Sebagaimana buih yg tidak dapat bertahan lama dan tidak bisa diambil kemanfaatannya bahkan terbawa arus untuk selanjutnya lenyap dan sirna, begitu juga kebatilan, ia akan hancur dan tak tersisa. Sementara kebenaran akan langgeng dan senantiasa bermanfaat bagaikan permata dan air yg jernih.

Didalam ayat diatas terdapat kabar yg membahagiakan bagi Ummat Muhammad bahwa Ia (ummat Muhammad) akan senantiasa berada dalam kebenaran, tidak berbahaya bagi mereka kelompok kelompok yg menjadi rival aqidahnya. Bahkan walaupun (rivalnya) sempat unggul dalam waktu yg tidak lama akan hancur dan musnah. [As-Sowi, Hasyiyah As-Sowi, juz 2 hal. 270].

/ Mutiara Islam / Tags:

Comments

No comment yet.

Tulis Komentar

Kebathilan Bagai Busa Samudra – songkok indonesia

Blog

  • Next Post
  • Previous Post

Kebathilan Bagai Busa samudra.jpeg

/ Tak Berkategori

Comments

No comment yet.

Tulis Komentar

  • Next Post
  • Previous Post