X

Bersihkan Wadahmu

Bersihkan Wadahmu


Oleh: Zainuddin (Mahasiswa tingkat tiga universitas Al-Ahgaff)


\”Ingat, kamu datang jauh-jauh dari negerimu, Indonesia, menuju Tarim dengan tujuan menuntut ilmu. Kamu datang ke Tarim agar kamu menjadi orang yang alim yang mengamalkan ilmunya. Ilmu itu, mulanya adalah untuk dirimu sendiri, dan tiada lain adalah dengan cara kau amalkan. Baru setelah itu kamu sebarkan kepada keluargamu, kerabatmu, masyarakatmu, bangsamu, serta umat Islam pada umumnya.

Bagaimana caramu untuk merealisasikan tujuan agung nan mulia ini?

Tiada lain adalah dengan cara mengupayakan seluruh waktumu hanya untuk ilmu. Perlu kamu ketahui dan kamu ingat, bahwa menuntut ilmu itu bukan hanya sebatas hadir di hadapan Masyaikh ataupun di hadapan Ustadz semata. Tapi, hal utama dan pertama yang harus dan mesti kau siapkan sebelumnya adalah menyiapkan wadahmu. Wadah untuk menampung dan menyimpan ilmu yang akan kamu terima dari para Masyaikh dan Ustadzmu. Dalam hal ini, wadahmu ialah hatimu.

Sebelumnya, coba kamu perhatikan disaat kamu memiliki sesuatu yang amat berharga dan amat kamu cintai dalam hidupmu, tentu kamu akan menaruh dan menyimpannya di sebuah tempat yang menurutmu paling cantik, indah dan aman. Nah, ilmu pun begitu. Hal utama yang harus kamu persiapkan adalah wadahmu, yaitu hatimu. Lalu dengan wadah atau hatimu itu selayaknya bagimu untuk membersihkan, memperindah, dan mempercantik kemilaunya.

Agar apa? Supaya ilmu yang kamu dapatkan, yang masuk dan kau terima dari Masyaikh ataupun Ustadzmu tersimpan di wadah atau di hati yang bersih. Maka, bersihkanlah hatimu agar ilmumu menjadi berkah. Karena ilmu itu adalah karunia yang amat agung dari Allah SWT. Ilmu itu adalah sesuatu yang sangat berharga bagimu. Tentu tak layak bila bertempat di wadah yang amat kotor. Bersihkan hatimu agar ilmumu tak ternodai. Agar ilmumu tak keruh dan rusak, yang di sebabkan oleh wadahmu yang amat keji, berlumuran najis dan kotoran.

Pada akhirnya, jangan lupa berdoa, semoga Allah SWT membersihkan dan menerangi hati kita semua sebagaimana Ia membersihkan dan menerangi hati para hamba-Nya yang saleh, berkat Rasulullah Shollallohu alaihi wasallam yang mulia. Amin.


Cuplikan Taujihat wal Irsyadat dari guru mulia Dr. Alawi bin Abdul Qodir bin Muhammad Alaydrus (Pengajar mata kuliah Fiqih dan Ushul, Universitas al-Ahgaff Tarim, Hadhramaut)

Categories: Mutiara Islam
songkok.id: Admin Songkok.co.id