X

Adab Memakai Baju

ADAB MEMAKAI BAJU


Apabila engkau memakai baju, maka niatkanlah untuk mematuhi perintah Allah SWT, untuk menutup auratmu dan waspadalah agar jangan sampai tujuanmu memakai baju untuk riya\’ kepada manusia sehingga engkau merugi.

Apabila engkau memakai baju, sandal dan yang lainnya dengan niat agar dihormati orang banyak atau dicinta para ulama dan pemuka, atau dengan tujuan menguatkan madzhab ahli Haq dan menyiarkan ilmu, serta mendorong orang-orang untuk beribadah. BUKAN SEKEDAR MEMULIAKAN DIRI SENDIRI MAUPUN UNTUK MEMPEROLEH KESENANGAN DUNIA, maka hal itu merupakan kebaikan dan termasuk amalan akhirat. Yang demikian tidak termasuk riya\’ karena yang dimaksud adalah URUSAN AKHIRAT. Sebagaimana dikatakan oleh Al-Ghazali dalam BAB RIYA\’.

Salah seorang dari ulama berkata:
\”Patutlah para ulama dan pelajar zaman kita ini lebih bagus bajunya daripada orang-orang yang bodoh, YAKNI supaya ilmu menjadi kuat dan agung.\”

Sebagaimana dikatakan oleh Abu Hanifah kepada para pengikutnya:
\”Besarkanlah surbanmu dan luaskanlah lengan bajumu supaya orang-orang tidak meremehkan ilmu dan ahlinya.\”

Dari Said bin Malik bin Sinan bahwa Nabi SAW apabila memakai baju gamis, rida\’ (selendang) atau imamah (surban), beliau mengucapkan:

*ٱللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا هُوَ لَهُ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا هُوَ لَهُ*

_\”Ya Allah aku mohon kepada-MU kebaikannya dan kebaikan pemakainya. Dan aku berlindung kepada-MU dari kejelekannya dan kejelekan pemakainya.\”_

Dari Muadz bin Anas bahwa Rasulullah SAW bersabda:

*مَنْ لَيْسَ ثَوَبًا جَدِيْدًا فَقَالَ ٱلْحَمْدُ لِلّٰهِ ٱلَّذِيْ كَسَانِى هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلَا قُوَّةٍ غَفَرَ ٱللّٰهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ*

Barangsiapa memakai baju baru, LALU mengucapkan:
\”SEGALA PUJI BAGI ALLAH YANG MEMBERIKAN PAKAIAN INI DAN MENGARUNIAKANNYA KEPADAKU TANPA DAYA DAN KEKUATAN DARIKU, MELAINKAN ALLAH MENGAMPUNI DOSANYA YANG TERDAHULU.\”
.
[ _Maroqil Ubudiyyah_ ]

songkok.id: Admin Songkok.co.id