X

Nasi Kebuli Daris Syekh Abdul Qodir Al Jailani

Nasi Kebuli Dari Syeikh Abdul Qadir Al-Jaelani


Habib Alwi bin Muhammad bin Thahir Al-Haddad. Beliau adalah sahabat sekaligus murid kesayangan dari Habib Abdullah bin Mukhsin Al-Attas, Empang Bogor. Beliau adalah seorang yang alim dan termasuk golongan min kibril wal auliya\’ yang berarti para pembesar ulama dan auliya.

Beliau melanjutkan Majelis Ta\’lim yang didirikan oleh Habib Abdullah bin Mukhsin Al-Attas sepeninggalnya. Majelis Ta\’lim itulah yang menjadi cikal bakal Majelis Ta\’lim An-Nur Keramat Empang, Bogor.

Bercerita mengenai Habib Alwi bin Muhammad bin Thahir Al-Haddad tentu saja tidaklah lepas dari kisah perjalanan Habib Abdullah bin Mukhsin Al-Attas selaku guru beliau.

Salah satu kisah Habib Alwi bin Muhammad bin Thahir Al-Haddad yang menyaksikan karomah dari Habib Abdullah bin Mukhsin Al-Attas adalah ketika diadakannya acara maulid di kediaman Habib Abdullah bin Mukhsin Al-Attas.

Banyaknya jamaah yang hadir pada acara maulid tersebut tak disangka sehingga jamuannya yang berupa nasi kebuli menjadi kurang. Habib Abdullah bin Mukhsin Al-Attas meminta Habib Alwi bin Muhammad bin Thahir Al-Haddad untuk mengambil kebuli dari dalam lemari beliau.

Berikut kata-kata beliau: \”Wahai Alwi, ente ambil kebuli di dalam lemari ana tapi jangan melihat.\”

Dengan patuh Habib Alwi bin Muhammad bin Thahir Al-Haddad melaksanakan perintah beliau.

Subhanallah, nasi kebuli tersedia cukup untuk para hadirin yang sangat banyak. Nasi kebuli yang terhidang hangat dan berlimpah tersebut menimbulkan pertanyaan pada Habib Alwi.

Habib Alwi bin Muhammad bin Thahir Al-Haddad kemudian menghadap gurunya dan bertanya. \”Wahai Habib dari manakah makanan-makanan tersebut?\”

Kemudian Habib Abdulah bin Mukhsin Al-Attas pun menjawab, \”Wahai Alwi, aku telah memohon izin kepada Allah SWT untuk mengambil langsung dari dapurnya Asy-Syeikh Abdul Qadir Al-Jaelani.\”

Kisah tersebut menjadi salah satu bukti bahwa Habib Alwi bin Muhammad bin Thahir Al-Haddad merupakan murid dan saksi kewalian dari Habib Abdullah bin Mukhsin Al-Attas.

Setelah kewafatan Habib Abdullah bin Mukhsin Al-Attas, Habib Alwi bin Muhammad bin Thahir Al-Haddad tidak pernah memakai alas kaki ketika berziarah ke makam gurunya. Saat ditanya \”Wahai Habib, apa yang membuatmu tidak mengenakan alas kakimu saat berziarah ke makam Habib Abdullah bin Mukhsin Al-Attas.\”

Kemudian Habib Alwi bin Muhammad bin Thahir Al-Haddad menjawab \”Bagaimana saya akan memakai alas kaki, sedangkan di bumi ini ada jasad Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Mukhsin Al-Attas.\”

Habib Alwi bin Muhammad bin Thahir Al-Haddad adalah seorang wali yang mengikuti jejak gurunya yaitu Habib Abdullah bin Mukhsin Al-Attas dengan kesahajaan dan kedalaman ilmu. Beliau selama hidup dekat dengan gurunya begitu juga ketika wafatnya.

Beliau dimakamkan dalam satu areal pemakaman di Keramat Empang, Bogor. Letaknya dekat dengan makam gurunya Habib Abdullah bin Mukhsin Al-Attas yaitu di samping beliau dekat dengan pintu masuk areal makam Keramat Empang, Bogor.

Categories: Kisah dan Hikmah
songkok.id: Admin Songkok.co.id