Blog

Kisah Tentang Keutamaan Dan Faedah Merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw

Kisah Tentang Keutamaan Dan Faedah Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

Abdullah bin Isa al-Anshori berkata:

\”Aku bertetangga dengan seorang wanita sholehah yang memiliki anak yang sholeh. Hidup dalam keadaan fakir tidak mempunyai apa-apa kecuali hanya satu dinar hasil upah memintal. Lalu wanita itu meninggal dunia. Sang anak berkata:

\”Dinar ini adalah hasil kerja keras ibuku, demi Allah aku tidak akan menghabiskannya kecuali untuk amalan akhirat.\”

Suatu hari ia keluar untuk keperluan tertentu lalu melewati sekelompok orang yang sedang membaca Al-Qur\’an dan Maulid Nabi SAW, di bulan Rabi\’ul Awwal. Lalu ia ikut duduk bersama mereka sambil mendengarkannya. Di malam harinya ia tidur dan bermimpi seakan-akan Kiamat tiba lalu ada seseorang menyeru:

\”Di manakah fulan bin fulan?\” Seraya menyebut beberapa orang untuk selanjutnya digiring menuju surga, sementara pemuda itu termasuk bersama mereka. Penyeru itu berkata:

\”Sesungguhnya Allah menyediakan untuk setiap orang satu istana di surga.\”

Pemuda itu masuk ke dalam salah satu istana yang keindahannya tak tertandingi, bidadari yang tidak sedikit, dan di setiap pintunya terdapat para pelayan. Sementara itu istana-istana lain lebih indah lagi dari yang ia masuki, lalu ia ingin memasukinya juga, namun saat ia ingin masuk para pelayan berkata:

\”Ini bukan untukmu, ini adalah tempat bagi orang yang mengadakan Maulid Nabi SAW.\”

Saat menjelang pagi hari pemuda itu menginfaqkan satu dinar tersebut untuk acara Maulid Nabi SAW, karena bahagia mendapatkan mimpi tersebut. Ia kumpulkan fakir miskin untuk berdzikir dan membaca Al-Qur\’an serta Maulid Nabi SAW, lalu ia menceritakan mimpinya pada mereka. Mereka senang mendengarnya, pemuda itu bernadzar tidak akan memutus acara Maulid selama ia hidup. Ketika ia beranjak tidur ia bermimpi melihat ibunya dalam keadaan yang elok, berbusana pakaian surga, beraroma surgawi, ia cium tangan ibunya dan dibalas oleh ciuman ibu di kepala anaknya seraya berkata:

\”Hai anakku mudah-mudahan Allah membalasmu, aku telah didatangi malaikat dan memberikanku pakaian ini.\”

Lalu anak itu bertanya:

\”Dari mana ibu memperoleh kemuliaan ini?\”

Ibunya menjawab:

\”Karena kamu telah menafkahkan satu dinar warisan itu untuk Maulid penghulu semua manusia, dan ini adalah balasan bagi orang yang mengagungkan Nabinya dan mengadakan acara Maulidnya.\”
.
[ _Targhib al-Musytaqiin_, hal: 4 ]

/ Kisah dan Hikmah / Tags:

Comments

No comment yet.

Tulis Komentar