X

Ketika Murid-murid Nabi Isa AS Hendak Berjalan Diatas Air

KETIKA MURID-MURID NABI ISA AS HENDAK BERJALAN DI ATAS AIR


Dalam kitab al-Zuhd, Imam Ahmad bin Hanbal mencatat riwayat murid2 Nabi Isa yang hendak meniru gurunya berjalan di atas air. Berikut riwayatnya:


كتاب الزهد ص ٧٤ للامام احمد بن محمد بن حنبل الشيبانى مانصه : حدثنا عبد الله حدثنا أبي حدثنا بهز حدثنا أبو هلال حدثنا بكر بن عبد الله قال: فقَدَ الحواريون نبيهم عليه السلام فخرجوا يطلبونه قال فوجدوه يمشي علي الماء فقال بعضهم: يا نبي الله أنمشي إليك قال: نعم, قال فوضع رجله ثم ذهب يضع الأخري فانغمس فقال: هات يدك يا قصير الإيمان لو أن لابن آدم مثقال حبة أو ذرة من اليقين إذا لمشي علي الماء


arti : Abdullah bercerita, ayahku bercerita, Bahz bercerita, Abu Hilal bercerita, Bakr bin Abdullah bercerita kpd kita, ia berkata: (Suatu ketika) para hawari (teman / murid Nabi Isa) tdk menemukan nabinya. Mrk keluar utk mencarinya. Mereka menemukannya tengah berjalan di atas air. Sebagian dari mereka berkata: “Ya Nabi Allah, apakah kami (harus) berjalan (di atas air) ke arahmu?” Nabi Isa mnjwb: “Iya.”
lalu sebagian hawari itu meletakkan (satu) kakinya (di air) lalu meletakkan kaki lainnya, maka tenggelam lah kaki (mereka). Nabi Isa berkata (lantang): “Kemarikan tanganmu, wahai orang yang pendek iman! Andai saja anak Adam memiliki keyakinan sebesar biji / atom, dia pasti (bisa) berjalan di atas air.” (Imam Ahmad bin Hanbal, al-Zuhd, Kairo: Dar al-Rayyan li al-Turats, 1992, hal 74)


🖍 Keyakinan memang sukar diukur dari luar. Tak ada alat yg memungkinkan kita dapat mengukur keyakinan orang lain dgn tepat. Kita hanya bisa memprediksi / menilainya, tapi tdk bisa memastikannya. Orang yang paling mengetahui keyakinan adalah orang itu sendiri. Dlm kisah di atas, Nabi Isa AS mengkritik murid2nya krn kaki mrk masih tenggelam dlm air ketika mendatanginya. Ia menyebut mrk, “ya qashirul iman” (wahai orang yg pendek imannya). Penyebutan Nabi Isa ini bukan tanpa alasan. Ada pelajaran besar dari penyebutan tsb. Andaikata sang murid besar tawakkalnya, kuat yaqinnya maka tidak ada kata tidak mungkin bagi Allah, sang murid tentu bisa berjalan di atas air atas izin Allah


✅ HIKMAH : (1) Harus belajar tawakkal dan yaqin dlm kondisi apapun, (2) Dalam hal tertentu seorang guru tidak mungkin utk ditiru. (3) Taat pada perintah guru adalah sebab manfaatnya ilmu, meskipun itu terasa berat. (5) Murid hendaknya mampu mengukur kemampuannya, tdk sekedar terpesona, terpana oleh keramat seseorang. Murid harus ingat bhw Allah perintah utk mencari istiqamah, bukan cari karamah.


{ شرح الحكم ج ١ ص ٢٩ تاليف الشيخ محمد بن احمد بن عبد الكريم بن عطاء الله السكندرى المالكى مانصه : قالوا كن طالبا للاستقامة ولاتكن طالبا للكرامة فان نفسك تتحرك وتطلب الكرامة ومولاك يطالبك بالاستقامة }


arti : Ulama\’ berkata : carilah istiqamah & jgn cari karamah. Sesungguhnya dirimu bergerak untuk cari karamah sedangkan Tuanmu ( Allah ) menuntutmu dengan istiqamah [ Kitab syarah al-hikam juz 1/29 ]


✍ MOTIFASI :


● ISTIQAMAH LEBIH BAIK DARI SERIBU KARAMAH.

● ISTIQAMAH ITU BERAT, YANG RINGAN ITU ISTIRAHAT.

● DATANGNYA KEMATIAN TIDAK MENUNGGU ANDA ISTIQAMAH, NAMUN ISTIQAMAHLAH SAMBIL NUNGGU DATANGNYA KEMATIAN.


✴️ والله اعلم بالصواب ربنا انفعنا بما علمتنا الذى ينفعنا وزدنا علما والحمد لله على كل حال امين يارب العالمين ✴️

◆ السلام عليكم ورحمة الله وبركاته ◆

شهاب الاسلام متوكل على الله

Categories: Kisah dan Hikmah
songkok.id: Admin Songkok.co.id