X

Ketika Imam Tsufyan Ats-Tsaury Ditampar Penuntun Onta

▪️ KETIKA IMAM TSUFYAN ATS-TSAURI DITAMPAR PENUNTUN ONTA ▪️


Dalam kitab Tarikh al-Islam wa Wafayat al-Masyahir wa al-A’lam, Imam Abu Abdullah al-Dzahabi memasukkan kisah Imam ats-Tsauri yang ditampar seseorang. Berikut kisahnya:


[ تاريخ الاسلام ووفيات المشاهير والاعلام ج 4 ص 401 – 402 تاليف الامام شمس الدين ابى عبد الله محمد بن احمد بن عثمان الذهبى مانصه : وَقَالَ صَالِحُ بْنُ أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْعِجْلِيُّ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ: أَجَّرَ سُفْيَانُ نَفْسَهُ مِنْ جَمَّالٍ إِلَى مَكَّةَ فَأَمَرُوهُ أَنْ يَعْمَلَ لهم خبزة فلم تجيء جَيِّدَةً فَضَرَبَهُ الْجَمَّالُ فَلَمَّا قَدِمُوا مَكَّةَ دَخَلَ الْجَمَّالُ فَرَأَى النَّاسَ حَوْلَ سُفْيَانَ فَسَأَلَ فَقَالُوا: هَذَا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ فَلَمَّا انْفَضَّ النَّاسُ تَقَدَّمَ الْجَمَّالُ إِلَى سُفْيَانَ وَاعْتَذَرَ فَقَالَ: مَنْ يُفْسِدُ طعام النّاس يصبه أكثر من ذلك. ]

arti : Shalih bin Ahmad bin Abdillah al-‘Ijliy berkata: ‘ayahku bercerita pd-ku, ia berkata: “Sufyan (ats-Tsauri) menyewa penuntun unta (ketika hendak pergi) ke Makkah. (Di perjalanan) penuntun unta tsb menyuruhnya mencari roti (utk dimakan), (stlh mencari, Sufyan ats-Tsauri) tdk menemukan roti (makanan) yg baik, lalu penuntun unta tersebut menamparnya. Sesampainya di Makkah, si penuntun unta memasuki (masjid), ia melihat banyak orang mengelilingi Sufyan, lalu ia bertanya (kpd mrk). Mrk mnjwb: “Beliau adlh Sufyan ats-Tsauri.” Ketika orang2 tsb bubar, penuntun unta itu menghadap Sufyan ats-Tsauri dan meminta maaf. Lalu Sufyan ats-Tsauri berkata: “Barangsiapa yg merusak (hidangan) makan orang lain (spy yg aku lakukan pd-mu), ia akan tertimpa (keburukan) yg lebih besar.”


(Imam Abu Abdullah al-Dzahabi, Tarîkh al-Islâm wa Wafayat al-Masyahir wa al-A’lam, Beirut: Darul Kutub al-Ilmiyyah, 2006, juz 4 hal 401-402)


✅ Imam Sufyan ats-Tsauri (97-161 H) adalah seorang ahli fiqih, muhaddits, mufassir, dan mujtahid yang mendirikan Mazhab Tsauri. Ia banyak meriwayatkan hadits dan memiliki banyak murid, seperti Abdullah bin Mubarak (118-181 H), Abdurrazaq al-Shan’ani (126-211 H), Sufyan bin ‘Uyainah (107-198 H) dll. Kedudukannya di kalangan ulama sangat tinggi, baik yang sezaman dgn-nya maupun yang tdk. Hampir semuanya memuji kualitas intelektual dan kesalehannya. Imam Yahya bin Said al-Qattan (w. 198 H) mengatakan: “Sufyan ats-Tsauri fauq Malik fî kulli syai’in (Sufyan ats-Tsauri berada di atas Malik (bin Anas) di segala hal.” (Imam al-Dzahabi, Siyar A’lam al-Nubala’, Beirut: Muassassah al-Risalah, 2001, juz 7, h. 247). Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan: “al-imam Sufyan ats-Tsauri la yataqaddamuhu ahadun fî qalbi (Imam Sufyan al-Tsauri, tdk ada seorang pun yg (kedudukannya) mendahuluinya di hatiku.”


(Imam al-Dzahabi, Siyar A’lâm al-Nubala’, juz 7, h. 241). Dan masih banyak pujian ulama kepadanya.


⇔ Dlm kisah di atas, Imam Sufyan ats-Tsauri tdk marah saat ia ditampar penuntun onta, ia sadar dirinya salah. Citra dirinya adalah pengetahuannya. Sbg pembelajar, ia belajar hingga nafas terakhirnya. Berpindah dari satu guru ke guru lainnya; mendengar dari satu syekh ke syekh lainnya. Jumlah gurunya sangat banyak. Menurut pendapat yg masyhur lebih dari 600 syekh. Imam al-Dzahabi menulis:


( إن عدد شيوخه ست مائة شيخ وكبارهم الذين حدثوه عن أبي هريرة، وجرير بن عبد الله وابن عباس وأمثالهم )

arti : Sesungguhnya jumlah guru2ya (sekitar) 600 syekh, dan guru2 utamanya menyampaikan pd-nya (hadits) dari Abu Hurairah, Jarir bin Abdullah, (Abdullah) bin Abbas, dan lain sebagainya.” (Imam al-Dzahabi, Siyar A’lam al-Nubala’, juz 7, hal 235)


✍ MOTIFASI :


◆Berbuat kesalahan adalah KEKURANGAN manusia, Belajar dari kesalahan adalah KELEBIHAN manusia


🌷 والله اعلم بالصواب اللهم اني اسالك علما نافعا وعملا متقبلا ورزقا واسعا والى الخير قربنا وعن الشر بعدنا امين يارب العالمين وياخير المسئولين ويامجيب السائلين 🌷


[ شهاب الاسلام متوكل على الله ]

Categories: Kisah dan Hikmah
songkok.id: Admin Songkok.co.id